Senin, 26 Oktober 2015

BUDAYA ISLAM

Selain kesenian yang menjadi peninggalan, masjid juga merupakan kebudayaan Islam. Berikut masjid peninggalan budaya Islam pada beberapa daerah di Indonesia :
1.
 Masjid Raya Baiturrahman Masjid Raya Baiturrahman merupakan masjid terindah di Asia Tenggara yang terletak di NAD. Masjid ini merupakan peninggalan Kerajaan Aceh.
2.
Masjid Agung Banten Satu-satunya peninggalan kuno di Banten yang masih berdiri kokoh di banten adalah Masjid Agung Banten yang didirikan pada 5 Zulhijjah 966 H pada Masa Pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin. 
3.
 Masjid Agung Demak Masjid Agung Demak terletak di Desa Kauman-Demak, Jawa Tengah. Demak adalah kerajaan Islam pertama di pulau Jawa. Selain sebagai pusat pemerintahan, Demak juga menjadi pusat kegiatan dakwah para wali songo pada masa pemerintahan Raden Fatah.
Apresiasi terhadap Tradisi dan Upacara Adat Kesukuan Nusantara Dalam menjalankan ajaran Islam, terkadang seseorang memiliki tradisi atau kebiassan yang berbeda antar satu daerah dengan daerah yang lainnya. Bercampurnya agama Islam dilakukan dengan cara sbb:
1. Perkawinan Dalam pelaksanaan akad nikah biasanya dilakukan dengan mengikuti syariat Islam, tetapi dalam hal upacara atauwalimah banyak terpengaruh oleh adat istiadat setempat,contoh: a. Setelah selesai akad nikah, kedua mempelai disuruh bersanding lalu diadakan upacara saweran b. Selesai upacara saweran, pengantin lelaki disuruh menginjak telor ayam dan sepotong bambu kecil. Telur dan bambu kecil diinjak bersamaan. c. Setelah selesai upacara walimahan dan membaca do’a, kedua mempelai diberi nasi untuk dimakan bersama.
2. Kelahiran Dalam adat istiadat nenek moyang terdapat tradisi selamatan 4 bulan dan nujuh bulanan yang berasal dari kebudayaan Hindu. Tetapi Islam tidak melarang adat itu karena dibarengi dengan membaca ayat suci Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Mu’minun ayat 12-14 : Artinya : “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. [QS. al-Mukminun (23):12-14]” 3. Kematian Dalam ajaran Islam bila ada seseorang meninggal dunia, kewajiban yang hidup, antara lain memandikan, mangkafani, melayatkan, dan memakamkan. Selain itu ada hal-hal yang dilakukan saat upacara pemakaman, seperti bacaan talkin yang bertujuan agar manusia yang hidup khususnya pengantar jenazah sadar bahwa ia akan mengalami kematian. Ada tambahannya yang diambil dari agama Kebudayaan Hindu, tetapi diisi dengan membaca tayyibah ( tahlilan ) dan doa bagi yang meningggal dunia. Tradisi ini disebut dengan selamatan 7 hari berturut-turut kemuduan 40 hari, dan 100 hari.


Selain kesenian yang menjadi peninggalan, masjid juga merupakan kebudayaan Islam. Berikut masjid peninggalan budaya Islam pada beberapa daerah di Indonesia : 1. Masjid Raya Baiturrahman Masjid Raya Baiturrahman merupakan masjid terindah di Asia Tenggara yang terletak di NAD. Masjid ini merupakan peninggalan Kerajaan Aceh. 2. Masjid Agung Banten Satu-satunya peninggalan kuno di Banten yang masih berdiri kokoh di banten adalah Masjid Agung Banten yang didirikan pada 5 Zulhijjah 966 H pada Masa Pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin. 3. Masjid Agung Demak Masjid Agung Demak terletak di Desa Kauman-Demak, Jawa Tengah. Demak adalah kerajaan Islam pertama di pulau Jawa. Selain sebagai pusat pemerintahan, Demak juga menjadi pusat kegiatan dakwah para wali songo pada masa pemerintahan Raden Fatah. B. Apresiasi terhadap Tradisi dan Upacara Adat Kesukuan Nusantara Dalam menjalankan ajaran Islam, terkadang seseorang memiliki tradisi atau kebiassan yang berbeda antar satu daerah dengan daerah yang lainnya. Bercampurnya agama Islam dilakukan dengan cara sbb: 1. Perkawinan Dalam pelaksanaan akad nikah biasanya dilakukan dengan mengikuti syariat Islam, tetapi dalam hal upacara atauwalimah banyak terpengaruh oleh adat istiadat setempat,contoh: a. Setelah selesai akad nikah, kedua mempelai disuruh bersanding lalu diadakan upacara saweran b. Selesai upacara saweran, pengantin lelaki disuruh menginjak telor ayam dan sepotong bambu kecil. Telur dan bambu kecil diinjak bersamaan. c. Setelah selesai upacara walimahan dan membaca do’a, kedua mempelai diberi nasi untuk dimakan bersama. 2. Kelahiran Dalam adat istiadat nenek moyang terdapat tradisi selamatan 4 bulan dan nujuh bulanan yang berasal dari kebudayaan Hindu. Tetapi Islam tidak melarang adat itu karena dibarengi dengan membaca ayat suci Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Mu’minun ayat 12-14 : Artinya : “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. [QS. al-Mukminun (23):12-14]” 3. Kematian Dalam ajaran Islam bila ada seseorang meninggal dunia, kewajiban yang hidup, antara lain memandikan, mangkafani, melayatkan, dan memakamkan. Selain itu ada hal-hal yang dilakukan saat upacara pemakaman, seperti bacaan talkin yang bertujuan agar manusia yang hidup khususnya pengantar jenazah sadar bahwa ia akan mengalami kematian. Ada tambahannya yang diambil dari agama Kebudayaan Hindu, tetapi diisi dengan membaca tayyibah ( tahlilan ) dan doa bagi yang meningggal dunia. Tradisi ini disebut dengan selamatan 7 hari berturut-turut kemuduan 40 hari, dan 100 hari.

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Selain kesenian yang menjadi peninggalan, masjid juga merupakan kebudayaan Islam. Berikut masjid peninggalan budaya Islam pada beberapa daerah di Indonesia : 1. Masjid Raya Baiturrahman Masjid Raya Baiturrahman merupakan masjid terindah di Asia Tenggara yang terletak di NAD. Masjid ini merupakan peninggalan Kerajaan Aceh. 2. Masjid Agung Banten Satu-satunya peninggalan kuno di Banten yang masih berdiri kokoh di banten adalah Masjid Agung Banten yang didirikan pada 5 Zulhijjah 966 H pada Masa Pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin. 3. Masjid Agung Demak Masjid Agung Demak terletak di Desa Kauman-Demak, Jawa Tengah. Demak adalah kerajaan Islam pertama di pulau Jawa. Selain sebagai pusat pemerintahan, Demak juga menjadi pusat kegiatan dakwah para wali songo pada masa pemerintahan Raden Fatah. B. Apresiasi terhadap Tradisi dan Upacara Adat Kesukuan Nusantara Dalam menjalankan ajaran Islam, terkadang seseorang memiliki tradisi atau kebiassan yang berbeda antar satu daerah dengan daerah yang lainnya. Bercampurnya agama Islam dilakukan dengan cara sbb: 1. Perkawinan Dalam pelaksanaan akad nikah biasanya dilakukan dengan mengikuti syariat Islam, tetapi dalam hal upacara atauwalimah banyak terpengaruh oleh adat istiadat setempat,contoh: a. Setelah selesai akad nikah, kedua mempelai disuruh bersanding lalu diadakan upacara saweran b. Selesai upacara saweran, pengantin lelaki disuruh menginjak telor ayam dan sepotong bambu kecil. Telur dan bambu kecil diinjak bersamaan. c. Setelah selesai upacara walimahan dan membaca do’a, kedua mempelai diberi nasi untuk dimakan bersama. 2. Kelahiran Dalam adat istiadat nenek moyang terdapat tradisi selamatan 4 bulan dan nujuh bulanan yang berasal dari kebudayaan Hindu. Tetapi Islam tidak melarang adat itu karena dibarengi dengan membaca ayat suci Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Mu’minun ayat 12-14 : Artinya : “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. [QS. al-Mukminun (23):12-14]” 3. Kematian Dalam ajaran Islam bila ada seseorang meninggal dunia, kewajiban yang hidup, antara lain memandikan, mangkafani, melayatkan, dan memakamkan. Selain itu ada hal-hal yang dilakukan saat upacara pemakaman, seperti bacaan talkin yang bertujuan agar manusia yang hidup khususnya pengantar jenazah sadar bahwa ia akan mengalami kematian. Ada tambahannya yang diambil dari agama Kebudayaan Hindu, tetapi diisi dengan membaca tayyibah ( tahlilan ) dan doa bagi yang meningggal dunia. Tradisi ini disebut dengan selamatan 7 hari berturut-turut kemuduan 40 hari, dan 100 hari.

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar